Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Home / News / Internasional / Badai Topan Matthew Menerjang Wilayah Negara Bagian Florida

Badai Topan Matthew Menerjang Wilayah Negara Bagian Florida

Topan Matthew yang melanda amerika saat ini menjadi peristiwa yang tidak biasa di bulan oktober dan mengindikasikan adanya adanya perubahan cuaca yang terjadi secara musiman menjadi perubahan yang terjdai sepanjang tahun.

Topan Matthew Melanda Wilayah Florida Sekitar

Menurut badan pemantau badai amerika Topan Matthew merupakan badai dengan kategori 5 yang sangat jarang terjadi dan pada hari rabu turun menjadi sejenis badai katrina kategori 3.

Topan ini mengakibatkan adanya tanah longsor di bagian tenggara florida seperti yang terjadi pada hari selasa kemarin serta mengancam timur laut florida, pantai-pantai di georgia serta south carolina di hari sabtu nanti. Topan Matthew telah menewaskan 11 orang di haiti, republik dominika, colombia serta st vincent dan grenada.

Kedahsyatan badai matthew ini menjadikan badai ini yang terkuat dan terpanjang dari rekor badai sebelumnya. Dan menurut para ilmuwan topan matthew adalah badai yang tidak biasa dan badai ini pernah terjadi di bulan oktober 1963.

Badai matthew dikategorikan sebagai badai dengan kategori 4-5 selam 102 jam dan the washington post mencatat sebagai badai dengan kekuatan terlama yang pernah melanda wilayah amerika yang berhadapan langsung denga laut atlantik selama bulan oktober.

Musim badai yang terjadi di lautan atlantik dimulai pada 1 juni sampai dengan 30 nov dan menurut statistik puncaknya terjadi pada 10 september, namun jika suhu dilaut tinggi serta adanya pergeseran arah angin maka indikasi akan adanya badai rendah.

Namun perubahan iklim yang meningkat serta suhu selama sebulan bukan tipikal yang cukup hangat untuk mendukung terjadinya badai yang kuat seperti badai matthew namun musim badainya akan menjadi lebih panjang.

Menurut Michael E Mann, ilmuwan juga profesor dari Penn State university menyatakan bahwa badai matthew ini memiliki perubahan intensi secara cepat dan merupakan disukai oleh air laut yang hangat serta suhu yang tinggi dan disaat permukaan air laut cukup hangat maka akan terjadi badai yang dalam weaktu yang cukup lama. Dan ilmuwan masih menyelidiki ada pergeseran arah angin menjadi faktor penyebabnya.

Ada sedikit ketidakpastian bagaiman pergeseran angin di wilayah perairan karibia akan merubah masa depan sebagai akibat perubahan iklim.

Check Also

Hari Batik Nasional Diperingati Tiap 2 Oktober

Hari Batik Nasional Diperingati Serentak Setiap 2 Oktober

Tahukah anda bahwa 2 oktober diperingati sebagai hari batik nasional ?. Batik merupakan salah satu identitas …

liverpool vs psg

Liverpool Vs PSG : Prediksi Jelang Laga Liga Champions 2018/2019

Prediksi Liverpool Vs PSG jelang laga liga Champions 2018 grup C pada kamis dinihari (20/09/2018) …

Staff Amazon bocorkan data pengguna

Staf amazon dicurigai bocorkan data pengguna

Raksasa E-commerce Amazon sedang menyelidiki kebocoran data penggunanya. Amazon menduga kebocoran data ini dilakukan oleh …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.