Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Home / Entepreneur / Pengusaha Shoukat Dhanani, Saya Tidak Pernah Mempublikasikan Diri

Pengusaha Shoukat Dhanani, Saya Tidak Pernah Mempublikasikan Diri

Pengusaha Shoukat Dhanani, bukanlah tipe seorang entepreneur yang senang dengan publikasi, namun perusahaan miliknya Dhanani Group tidak bisa diabaikan pada perekonomian amerika.

Dhanani group adalah franchise terbesar pada jaringan restaurant popeye, sama besarnya dengan franchise Burger King, dan terbesar ketiga di seluruh amerika dengan pendapatan pada 2015 mencapai 871 juta dolar amerika berdasarkan majalah Franchise Time.

Pengusaha Shoukat Dhanani

Perusahaan ini selain bergerak dibidang franchise restoran juga memiliki usaha di toko retail, pengiriman gas. Dhanani pada saat diwawancarai mengatakan jika anda kumpulkan semua maka total bisa mencapai 2 milyar dolar.

Keberhasilan Pengusaha Shoukat Dhanani ini seperti cerita klasik para entepreneur dan bagaimana ia bekerja sangat keras dapat membangun perusahaan raksasa dan sangat sukses tanpa modal ventura ataupun ekuitas swasta.

Perusahaan saat ini memiliki 130 toko disekitaran Houston,Texas, 502 franchise Burger King, dan 170 Franchise Popeye dan 100% masih dimiliki dan dioperasikan oleh keluarga.

“Kita selalu percaya pada kesederhanaan dan bekerja keras secara diam-diam” Ujarnya. Itu yang diajarkan oleh ayah kami.

Ayah Dhanani, Hassan Ali Dhanani yang meninggal awal tahun ini adalah soerang pengusaha yang selalu mematuhi nilai-nilai keluarga. Saat di Pakistan, Ayahnya mulai bekerja saat berumur 13 tahun dengan melinting rokok dan mengemasnya dengan tangan untuk dijual. ” Dia bisa mencium bau uang dimana-mana”, kata Dhanani, yang berimigrasi ke amerika untuk melanjutkan studi ke jenjang universitas. “Ayah melihat peluang, membimbing kami dan mengajari saya berbisnis”, tambahnya.

Bisnisnya dimulai tahun 1976 dimulai dengan toko retail kecil. Dhanani mulai melirik usaha franchise pada tahun 1994 dengan Burger King. “Pada saat itu, makanan cepat saji dan toko dengan tempat yang nyaman hanya jadi bahan pembicaraan saja, dan saya pikir itu adalah ide yang bagus”, kata Dhanani. Dia membuka apa yang dia percaya sebagai yang pertama.

Selama beberapa tahun terakhir, bisnis franchise restoran semakin besar dan membesar. Bisnis Dhanani tumbuh secara cepat di awal 2010. Dari hanya memiliki 40 franchise dan mulai melakukan akuisisi. ” Kami memiliki banyak uang tunai. Iklim perekonomian cukup baik dan saat itu waktu yang tepat untuk membeli franchise yang bermasalah”, ujarnya. Pada 2012 perusahaan  menjadi lebih besar 2 kali lipat.

Check Also

Hari Batik Nasional Diperingati Tiap 2 Oktober

Hari Batik Nasional Diperingati Serentak Setiap 2 Oktober

Tahukah anda bahwa 2 oktober diperingati sebagai hari batik nasional ?. Batik merupakan salah satu identitas …

liverpool vs psg

Liverpool Vs PSG : Prediksi Jelang Laga Liga Champions 2018/2019

Prediksi Liverpool Vs PSG jelang laga liga Champions 2018 grup C pada kamis dinihari (20/09/2018) …

Staff Amazon bocorkan data pengguna

Staf amazon dicurigai bocorkan data pengguna

Raksasa E-commerce Amazon sedang menyelidiki kebocoran data penggunanya. Amazon menduga kebocoran data ini dilakukan oleh …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.