Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Home / Social Media / Petugas Imigrasi Amerika Akan Periksa Akun Sosial Media Anda

Petugas Imigrasi Amerika Akan Periksa Akun Sosial Media Anda

Jika anda akan berkunjung ke Amerika Serikat(AS) dalam waktu dekat ini, jangan terkejut jika petugas imigrasi amerika di bandara meminta anda membuka akun sosial media anda dan pemeriksaan ini akan dilakukan secara acak pada wisatawan yang mendarat di seluruh bandara internasional yang ada di amerika serikat.

Petugas imigrasi amerika

Langkah yang dilakukan oleh petugas imigrasi amerika  ini dirancang untuk mendeteksi dini dari potensial ancaman teroris dan sebagai salah cara untuk langsung memeriksa akun sosial media para wisatawan secara on the spot.

Seperti kita ketahui, saaat ini masih terjadi perdebatan besar atas langkah pihak keamanan amerika serikat, dimana mereka meminta database dari para pengguna sosial media baik itu facebook, twitter, instagram, pengguna produk apple ataupun email kepada sejumlah perusahaan teknologi ini. Namun hal itu ditolak mentah-mentah oleh perusahaan tersebut karena menyangkut masalah privacy pengguna sosial media tersebut.

Sejak Selasa lalu, Wisatawan asing yang datang di Amerika serikat dengan program waiver-visa diharuskan memasukkan data aktifitas onlinenya dan pemerintah AS juga telah mengkonfirmasi tentang hal ini. Dalam form pengisian online itu terdapat menu drop down yang berisi daftar platform sosial media seperti facebook, youtube, instagram, Linkedin serta input untuk memasukkan akun para wisatawan tersebut.

Seorang juru bicara keimigrasian atau custom border & protection mengatakan bahwa pemerintah menyetujui perubahan pada 19 Desember. Dan kebijakan baru ini dimaksudkan untuk “mengidentifikasi potensi ancaman.” Sebelumnya, lembaga itu mengatakan tidak akan melarang masuk ke asing yang tidak memberikan informasi akun media sosial mereka.

Pertanyaan itu sendiri termasuk dalam apa yang dikenal sebagai Sistem Elektronik untuk Otorisasi Perjalanan, sebuah proses dimana wisatawan asing diharuskan mengisi data tersebut sebagai syarat saat akan berkunjung ke Amerika Serikat. ESTA dan bentuk kertas terkait khusus berlaku bagi mereka tiba di sini melalui program visa-waiver, yang memungkinkan warga dari 38 negara untuk perjalanan dan tinggal di Amerika Serikat hingga 90 hari tanpa visa.

Saat draft proposal tentang kebijakan ini terkuak ke media pada bulan juni lalu, Pusat Demokrasi dan Teknologi (ACLU) mengirimkan surat keberatan kepada Gedung Putih atas rencana kebijakan ini. “Sosial media adalah tempat untuk berekspresi secara online dan akan sangat sensitif jika akun pengguna sosial media ini selalu dalam pengawasan pemerintah. Dan ini melanggar hak asasi manusia”, ujar juru bicara ACLU.

Check Also

Hari Batik Nasional Diperingati Tiap 2 Oktober

Hari Batik Nasional Diperingati Serentak Setiap 2 Oktober

Tahukah anda bahwa 2 oktober diperingati sebagai hari batik nasional ?. Batik merupakan salah satu identitas …

liverpool vs psg

Liverpool Vs PSG : Prediksi Jelang Laga Liga Champions 2018/2019

Prediksi Liverpool Vs PSG jelang laga liga Champions 2018 grup C pada kamis dinihari (20/09/2018) …

Staff Amazon bocorkan data pengguna

Staf amazon dicurigai bocorkan data pengguna

Raksasa E-commerce Amazon sedang menyelidiki kebocoran data penggunanya. Amazon menduga kebocoran data ini dilakukan oleh …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.