Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Home / Wellness / Terapi Hormon Kanker Prostat Bisa Berakibat Penyakit Dimensia

Terapi Hormon Kanker Prostat Bisa Berakibat Penyakit Dimensia

Kaum laki yang menjalankan terapi hormon kanker prostat akan lebih berisiko terkena dimensia daripada pasien yang menerima perawatan yang berbeda untuk kanker ini, sebuah studi di amerika serikat menunjukkan itu.

Terapi hormon kanker prostat membutuhkan testoteron untuk tumbuh dan menyebar. Para peneliti fokus pada perawatan umum sebagai Androgen Deprivation Therapy (ADT), dimana bekerja untuk menghilangkan sel tumor pada testoterone. Dengan efek samping disfungsi sexual, kelebihan berat badan serta kelelahan.

Terapi Hormon Kanker Prostat

“Beberapa penelitian sekarang menunjukkan bahwa terapi deprivasi androgen dapat berhubungan dengan perubahan kognitif, termasuk dimensia, dan penelitian saat ini menunjukkan hal itu” , Ujar Dr. Kevin Nead dari Universitas Pennyslvania di Philadephia.

“Pasien dengan prostat yang menjalankan terapi hormon beresiko 2 kali terkena dimensia sama seperti perawatan alternatif lainnya”, tambah Nead bersama rekannya.

Untuk mengungkap hubungan terapi hormon dengan dimensia, Tim dari Nead menganalisa data dari 9272 pria dengan kanker prostat dirawat di akademi pusar kesehatan dari tahun 2004 samapai 2013. Termasuk 1826 pria dengan terapi ADT.

Pria yang berumuran sekitar 67 tahun rata-rata, serta yang menerima perawatan ADT berumur lebih tua. Para peneliti mengikuti perkembangan penderita itu selama kurang lebih 3,4 tahun.

Secara keseluruhan, 7,9% pria yang menerima terapi hormon dalam 5 tahun menunjukkan  demensia berkembang dibanding 3.5% pria yang mendapat perawatan lain, menurut hasil penelitian dari JAMA Oncology.

Sebuah studi juga temukan bahwa kaum pria memiliki lebih kecenderungan menderita dimensia jika mereka terus melakukan terapi selama 1 tahun daripada yang dalam waktu pendek.

Resiko dimensia akan muncul bersama tambahnya umur, dengan pria berumur 70 tahun atau lebih yang sedikit menggunakan terapi hormon ini bebas dari dimensia.

“Ada juga kemungkinan bahwa setidaknya beberapa perbedaan risiko demensia ditemukan dalam penelitian ini mungkin disebabkan karena karakteristik pasien ADT”, ujar Dr Paul Nguyen, Seorang peneliti di Brigham rumah sakit wanita dan Sekolah kedokteran di Universitas Harvard di Boston, Amerika.

“Meski begitu, temuan tersebut menambah semakin banyak bukti yang menunjukkan bahwa laki-laki harus mempertimbangkan risiko kognitif terapi hormon sebelum memulai pengobatan ini” tambahnya.

Check Also

Hari Batik Nasional Diperingati Tiap 2 Oktober

Hari Batik Nasional Diperingati Serentak Setiap 2 Oktober

Tahukah anda bahwa 2 oktober diperingati sebagai hari batik nasional ?. Batik merupakan salah satu identitas …

liverpool vs psg

Liverpool Vs PSG : Prediksi Jelang Laga Liga Champions 2018/2019

Prediksi Liverpool Vs PSG jelang laga liga Champions 2018 grup C pada kamis dinihari (20/09/2018) …

Staff Amazon bocorkan data pengguna

Staf amazon dicurigai bocorkan data pengguna

Raksasa E-commerce Amazon sedang menyelidiki kebocoran data penggunanya. Amazon menduga kebocoran data ini dilakukan oleh …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.